Dia mungkin
dipandang rendah oleh sebagian orang,ya sekilas pekerjaannya yang berhubungan
dengan sampah menjadi satu alasan yang sulit untuk dibantah.Tapi dibalik itu
semua, orang-orang mungkin lupa siapa yang selama ini membersihkan dan mengambil sampah
plastik,gelas – gelas minuman yang berserakkan dijalan,dan halaman rumah mereka.Kadang
kala dia mengais diantara tumpukan sampah - sampah, bau busuk sampah –sampah itu tidak sedikit pun
menghentikan langkahnya, terpikir dibenak saya mungkin dia telah mati rasa
ataukah dia memang ikhlas demi sesuap
nasi untuk keluarganya.
Fajar pagi datang
dengan indahnya, ini mungkin hari keberuntungannya tidak perlu berbasah – basah
melawan hujan yang turun.Dan lebih dari siap baginya, dia telah bergegas untuk
mengais gelas plastik diantara sisa – sisa sampah dari rumah kerumah.Tidak ada pilihan, dia
harus berangkat pagi karena bukan dia saja yang menginginkan sisa – sisa sampah
tersebut.Yang membuat saya salut dia begitu berani,tidak sedikit pun takut akan bahaya yang mungkin
sewaktu – waktu mengancamnya,ya bagaimana pun dia seorang perempuan yang
rentan,tapi mungkin dia percaya bahwa dengan apa yang dia perjuangkan tuhan
selalu berada disisi untuk melindunginya.
Ya, terkadang kita
sendiri mengeluh ,” Malas berangkat kerja awal, Kenapa lauk nya itu – itu saja
ma?, Pa,beliin motor baru dong motor yang lama udah jelek”. Semua ini mungkin
membuat kita sedikit mengerti harusnya kita mensyukuri apa yang kita dapatkan,
apa yang diberikan,dan apa yang kita jalani.Well,tidak kah kita berpikir betapa
beruntungnnya kita masih bisa hidup serba kecukupan,dibandingkan kehidupan mereka
yang mungkin saja masih dibawah kita.Dia mengajari kita untuk menghargai hidup,tetap berjuang dalam
kondisi sesulit apapun.Dia begitu tabah,kuat,perkasa walau dia hanyalah seorang
perempuan pemulung barang – barang bekas...